Semarang, pkbjember.id— Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Gus Imin menegaskan pentingnya pendekatan baru dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rembug Inpres 8/2025 yang digelar di Balai Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Rabu (19/6).
Menurut Gus Imin, strategi lama sudah tidak lagi relevan dalam menjawab tantangan kemiskinan saat ini. “Kita tidak bisa lagi memakai pendekatan yang sama lalu berharap hasil yang berbeda. Harus berbasis data, kolaboratif, dan menyentuh kebutuhan riil warga,” ujarnya di hadapan para lurah, camat, dan perwakilan penerima manfaat.
Baca juga : Cinta Bergema Resmi Diluncurkan: Beasiswa Bupati Jember Buka Peluang Lebar untuk Santri

Pemerintah, kata Gus Imin, telah menetapkan target penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan penurunan angka kemiskinan nasional menjadi lima persen pada 2029. Untuk mendukung hal tersebut, Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 menekankan tiga strategi utama:
-
Pengurangan beban pengeluaran,
-
Peningkatan pendapatan masyarakat,
-
Pengurangan kantong-kantong kemiskinan.
Agar strategi tersebut berjalan optimal, Gus Imin menekankan pentingnya validasi data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Tidak boleh ada lagi bantuan yang salah sasaran. Pemerintah daerah harus rutin melakukan pemutakhiran data,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong daerah mengoptimalkan program padat karya, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan pelatihan dan akses permodalan bagi keluarga miskin yang sedang merintis usaha. “Kalau ada keluarga miskin yang sudah mulai usaha, jangan dilepas begitu saja. Harus didampingi dan diarahkan agar mandiri,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Imin juga mengapresiasi inisiatif Kecamatan Semarang Utara yang sukses membangun kemitraan dengan BUMN dan sektor swasta untuk memberdayakan UMKM lokal. Salah satu UMKM bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor.
Dialog ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para camat, lurah, pendamping bansos, dan perwakilan mustahik dampingan BAZNAS yang menyampaikan progres dan tantangan di wilayah masing-masing.
Gus Imin menegaskan komitmennya untuk terus memantau implementasi kebijakan di lapangan guna memastikan bantuan dan program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Irwansyah GI
