More

    Bapenda Ikut Bicara Banjir, Fraksi PKB Anggap Keluar Jalur

    on

    |

    comments

    Jember, pkbjember.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jember menyoroti keras komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Jember dalam merespons bencana banjir. Sorotan utama diarahkan kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember yang dinilai ikut berbicara di luar kewenangannya.

    Sekretaris Fraksi PKB DPRD Jember, Nurhuda Candra Hidayat, menyebut langkah Kepala Bapenda, Achmad Imam Fauzi, yang memberikan pernyataan publik soal banjir sebagai tindakan yang tidak tepat. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya tumpang tindih tugas dan fungsi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    “Penanganan banjir itu ranah teknis. Yang seharusnya bicara adalah OPD yang memang memiliki kewenangan, seperti BPBD atau Dinas PU Bina Marga. Ketika Bapenda ikut bicara, itu jelas keluar jalur,” tegas Candra, Kamis (18/12).

    Baca Juga :  Warga Wadul, Gus Fuad Kawal Jalan Glundengan Akhirnya Ditambal

    Candra menilai pola komunikasi publik semacam ini berpotensi membingungkan masyarakat sekaligus memperlihatkan lemahnya koordinasi internal di tubuh Pemkab Jember. Ia menegaskan, setiap OPD semestinya fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

    Tak hanya persoalan banjir, Fraksi PKB juga menyoroti pernyataan Kepala Bapenda yang menyentuh isu perizinan dan fungsi sungai. Hal tersebut dinilai semakin memperkuat kesan adanya pelampauan kewenangan.

    “Urusan perizinan itu domain PTSP. Bapenda seharusnya fokus pada tugas utama, yaitu perencanaan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Apalagi saat ini PAD justru mengalami penurunan,” ujarnya.

    Atas kondisi tersebut, Fraksi PKB mendesak Bupati Jember untuk segera mengambil langkah tegas. Teguran dinilai perlu agar koordinasi antar OPD kembali tertib dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan di lapangan.

    Baca Juga :  JMB Wakili Indonesia di Ajang Dunia, DPRD Jember Minta Pembinaan Atlet Ditingkatkan

    “Kami meminta Bupati melakukan peneguran agar ke depan OPD tidak saling mengambil peran. Penanganan persoalan publik harus jelas dan terukur,” pungkas Candra.

    Fraksi PKB menegaskan, pembenahan tata kelola dan komunikasi publik menjadi kunci agar kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif serta tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

    Reporter: Irwansyah Giovani

    Editor: Maftahul Huda

    Bagikan
    #Tag

    Berita Populer

    PKB Run Festival Jember 2026, Hadirkan Semangat Sehat dan Kebersamaan

    Kaliwates, pkbjember.id – Suasana berbeda terasa di halaman Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Minggu (9/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai usia berkumpul untuk mengikuti PKB Run...

    Bunga Desaku, Gus Fuad: PKB Siap Kawal Program Pertanian dan UMKM Bupati Jember

    Tanggul, pkbjember.id – Kehadiran Program Bunga Desaku di Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7), menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Program yang digagas...

    Harlah ke-28 PKB, Prabowo Sebut Partai Lain Perlu Belajar kepada PKB

    Jakarta, pkbjember.id – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026), menjadi momentum penegasan komitmen...

    Berita Terbaru

    PILIHAN REDAKSI