Jember, pkbjember.id – Komisi D DPRD Kabupaten Jember menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan Jember, serta sembilan Puskesmas terkait penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Senin (11/5/2026) di Ruang Banmus DPRD Jember.
Puskesmas yang hadir dalam rapat tersebut meliputi Puskesmas Sumberjambe, Sukowono, Ambulu, Kencong, Tanggul, Sumbersari, Kalisat, Ledokombo, dan Panti. Rapat dilakukan sebagai langkah koordinasi dan evaluasi penanganan kasus campak yang terus meningkat di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi PKB, Kyai Hafidi, menegaskan bahwa virus Measles dan Rubella tidak boleh dianggap remeh karena memiliki tingkat penularan yang sangat cepat.

“Kami berkepentingan mendapatkan data yang akurat agar kebijakan penanganan bisa diambil secara tepat dan cepat. Sinergi antara eksekutif, dalam hal ini Dinas Kesehatan, dengan legislatif sangat krusial,” tegas Kyai.
Ia juga meminta seluruh Puskesmas di wilayah yang masuk kategori KLB untuk meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi guna memutus rantai penyebaran campak. Menurutnya, langkah cepat dan terukur sangat diperlukan agar kasus tidak semakin meluas.
Selain itu, Komisi D DPRD Jember juga menginventarisasi berbagai langkah yang telah dilakukan Dinas Kesehatan guna mengevaluasi efektivitas penanganan di lapangan, mulai dari pelayanan kesehatan, pelaksanaan imunisasi, hingga kesiapan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Kyai Hafidi menambahkan, pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan vaksin, tenaga kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi untuk mencegah penyebaran campak yang lebih luas di Kabupaten Jember.
Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maftahul Huda
