Jakarta, pkbjember.id– Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengajak seluruh pondok pesantren di Indonesia memperkuat gerakan bersama melawan kekerasan seksual demi menjaga marwah dan kehormatan dunia pesantren.
Ajakan itu disampaikan Gus Muhaimin saat membuka Temu Nasional Pondok Pesantren di Jakarta, Senin (18/5), yang dihadiri lebih dari 250 pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Gus Muhaimin mengaku prihatin atas munculnya sejumlah kasus kekerasan seksual yang menyeret nama pesantren. Menurutnya, kasus tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam.
“Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat membangun akhlak dan peradaban. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga marwah pesantren,” ujarnya.

Ketua Umum PKB itu menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual tidak mencerminkan nilai-nilai luhur pesantren maupun tradisi keilmuan para kiai.
Ia pun mendorong adanya langkah nyata untuk memperkuat perlindungan terhadap santri melalui pendidikan, pengawasan, dan pencegahan sejak dini.
Menurut Gus Muhaimin, salah satu upaya penting yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai hak tubuh kepada anak-anak dan peserta didik agar mereka memahami batasan serta berani melapor jika mengalami tindakan yang tidak semestinya.
“Anak-anak harus dibekali pemahaman untuk menjaga dirinya. Ini penting agar tidak ada ruang bagi kekerasan di lingkungan pendidikan,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah aktif mengajak seluruh lembaga pendidikan membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Selain itu, Gus Muhaimin mengapresiasi gerakan yang diinisiasi Perempuan Bangsa bersama Nihayatul Wafiroh dalam mendorong pesantren bebas kekerasan seksual.
Menurutnya, gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan pesantren dan memastikan lembaga pendidikan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi para santri menuntut ilmu.
Gus Muhaimin juga meminta aparat penegak hukum bertindak cepat terhadap setiap kasus kekerasan seksual agar korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh keteladanan bagi generasi bangsa,” pungkasnya.
Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maftahul Huda
