More

    Meneguhkan Jalan Produktivitas : Refleksi Harlah PKB ke-27

    on

    |

    comments

    Jember, pkbjember.id

    Oleh: Irwansyah Giovani Ibrahim
    Instruktur DPC PKB Jember

    Tanggal 23 Juli 2025 adalah momentum penting bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini genap berusia 27 tahun. PKB bukan sekadar partai politik, tetapi wadah perjuangan umat, lahir dari rahim Nahdlatul Ulama untuk membawa nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam panggung kebangsaan.

    Usia 27 tahun adalah usia matang untuk sebuah organisasi politik. Bukan lagi soal bertahan, tapi bagaimana terus meneguhkan peran transformatifnya. Tahun ini, PKB mengangkat tema besar “Indonesia Produktif”. Sebuah tema yang tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari realitas bangsa yang masih dihantui stagnasi ekonomi, ketimpangan sosial, dan ketidakberdayaan struktural di akar rumput. Produktivitas dalam konteks ini bukan hanya soal peningkatan angka PDB atau pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menyangkut kemampuan rakyat—terutama kelas menengah ke bawah—untuk memiliki daya hidup, daya saing, dan daya bertahan.

    Maka, tema “Indonesia Produktif” bukanlah seremonial tahunan yang dilapisi jargon, tetapi panggilan perjuangan. Sebuah deklarasi moral bahwa PKB tidak ingin terjebak pada politik citra, tetapi memilih jalan politik substansi. Jalan yang mungkin berat dan tidak populis, tapi itulah jalan yang diwariskan oleh para pendiri PKB: Gus Dur, KH. Muchit Muzadi, dan para kiai lainnya. Jalan politik yang menyatu dengan penderitaan rakyat dan cita-cita kemanusiaan.

    Baca Juga :  DKP Panji Bangsa Tuntut Trans7 Bertanggung Jawab, Gus Rivqy : Kejadian ini Tidak Bisa Dibiarkan

    Filosofi PKB: Dari Nilai ke Aksi

    PKB lahir pada 23 Juli 1998 di Jakarta, dengan empat tokoh utama sebagai deklarator: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Ilyas Ruchiyat, KH. M. Muchit Muzadi (Jember), dan KH. Munasir Ali. Mereka merumuskan bahwa PKB harus menjadi partai berbasis Islam Ahlussunnah wal Jamaah, yang terbuka, menjunjung nilai kemanusiaan, dan menjadikan politik sebagai jalan ibadah.

    Filosofi ini tidak berhenti di teks, tapi menjiwai gerak langkah partai hingga hari ini: membela wong cilik, menjaga harmoni kebangsaan, dan menolak ekstremisme.

    Produktivitas dalam Perspektif Islam

    Dalam khazanah Islam, produktivitas adalah bagian dari etika keimanan. Imam al-Ghazali menekankan pentingnya kasb (usaha) yang halal dan berkualitas sebagai bagian dari kesalehan. Sedangkan Ibnu Khaldun menyebut kemajuan bangsa ditentukan oleh kerja, ilmu, dan keadilan. Islam mendorong umatnya menjadi pelaku aktif dalam kehidupan, bukan hanya objek kebijakan.

    PKB menjadikan semangat ini sebagai nafas perjuangan. Politik bukan tempat mencari untung pribadi, tetapi ruang untuk menciptakan maslahah ‘ammah (kemanfaatan umum). Dalam hal ini, PKB memperjuangkan produktivitas sebagai bagian dari misi keumatan—agar masyarakat kecil bisa hidup layak, punya akses usaha, pendidikan, dan kesehatan.

    Baca Juga :  Komisi I Kecam Keras Penangkapan Aktivis Kapal Madleen oleh Israel

    Jember dan Warisan KH. Muchit Muzadi

    Di Jember, semangat PKB menemukan akarnya. Di kota ini, salah satu deklarator PKB, KH. Muchit Muzadi, menanamkan nilai bahwa politik harus dibingkai oleh akhlak. Beliau adalah ulama yang berpandangan moderat, berpikir jauh ke depan, dan meyakini bahwa partai Islam harus hadir bukan untuk menguasai, tetapi melayani.

    Warisan KH. Muchit Muzadi menjadi inspirasi bagi kader-kader PKB di Jember hari ini. Fraksi PKB di DPRD Jember terus berupaya mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil—baik di sektor pendidikan, pertanian, UMKM, maupun perlindungan sosial. Kehadiran politik PKB bukan hanya mengisi kursi, tetapi menjadi jembatan harapan masyarakat.

    Gus Muhaimin: Menahkodai PKB dengan Konsistensi

    Sejak diberi amanah menahkodai PKB, Gus Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah menunjukkan kepemimpinan yang konsisten dan progresif. Ia tidak hanya membawa PKB keluar dari masa-masa sulit, tapi mampu mengangkat perolehan suara secara signifikan, bahkan mencatat rekor 68 kursi DPR RI pada Pemilu 2024—jumlah tertinggi sepanjang sejarah PKB.

    Baca Juga :  Reses di Gumukmas, Warga Keluhkan Pelayanan UHC, Khoris : Jangan Sampai Masyarakat Dipersulit

    Beberapa capaian penting di bawah kepemimpinannya antara lain:

    • 1999, mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden RI.
    • Konsisten meningkatkan suara PKB dalam setiap Pemilu, termasuk saat partai lain mengalami stagnasi.
    • 2019, mengantarkan KH. Ma’ruf Amin menjadi Wakil Presiden RI.
    • Menjaga soliditas kader dan memperkuat strategi silaturahmi politik.
    • Istiqamah memperjuangkan ideologi perjuangan PKB.

    Kepemimpinan Gus Muhaimin menjadi contoh bagaimana politik nilai bisa berjalan seiring dengan politik elektoral—mencapai kekuasaan tanpa kehilangan marwah.

    Membangun Masa Depan dari Akar Rumput

    Refleksi Harlah ke-27 ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi membaca arah ke depan. Indonesia sedang berada di tengah perubahan besar: bonus demografi, era digital, dan ketidakpastian global. Jika tidak produktif, kita akan tertinggal.

    PKB hadir untuk memastikan rakyat tidak hanya menjadi penonton. Lewat kerja-kerja kebijakan, advokasi di parlemen, dan penguatan kader di bawah, PKB ingin membangun Indonesia dari desa, dari pesantren, dari pelaku usaha kecil—agar produktivitas tidak dimonopoli oleh elite, tetapi menjadi hak seluruh rakyat.

    Dari Jember, dari ajaran KH. Muchit Muzadi, hingga kerja-kerja nyata Fraksi PKB, kita belajar bahwa produktivitas bukan semata angka, tapi tentang kemanusiaan.

    Bagikan
    #Tag

    Berita Populer

    PKB Run Festival Jember 2026, Hadirkan Semangat Sehat dan Kebersamaan

    Kaliwates, pkbjember.id – Suasana berbeda terasa di halaman Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Minggu (9/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai usia berkumpul untuk mengikuti PKB Run...

    Bunga Desaku, Gus Fuad: PKB Siap Kawal Program Pertanian dan UMKM Bupati Jember

    Tanggul, pkbjember.id – Kehadiran Program Bunga Desaku di Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7), menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Program yang digagas...

    Harlah ke-28 PKB, Prabowo Sebut Partai Lain Perlu Belajar kepada PKB

    Jakarta, pkbjember.id – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026), menjadi momentum penegasan komitmen...

    Berita Terbaru

    PILIHAN REDAKSI