Sumbersari, pkbjember.id – Tiga tokoh besar asal Jawa Timur resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional tahun 2024. Kabar ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh keluarga besar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember, yang menggelar acara tasyakuran pada Kamis (13/11).
Ketiga tokoh tersebut adalah Syaikhona Kholil Bangkalan, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Presiden ke-4 RI sekaligus pendiri PKB, serta Marsinah, aktivis buruh perempuan yang gugur memperjuangkan keadilan di masa Orde Baru.
Ketua DPC PKB Jember Gus Ayub Junaidi mengatakan, acara tasyakuran ini merupakan bentuk kebanggaan sekaligus refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh ketiga tokoh tersebut.
“Nilai-nilai perjuangan Almarhum Gus Dur mulai dari demokrasi, pluralisme, hingga kemanusiaan harus terus hidup dalam diri setiap kader PKB,” ujarnya.

Menurut Ayub, Gus Dur tidak hanya mendirikan partai, tetapi juga mewariskan nilai dasar perjuangan politik yang berlandaskan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Selain Gus Dur, PKB Jember juga meneladani semangat Marsinah sebagai simbol keberanian dan keadilan sosial.
“Perjuangan Marsinah adalah pengingat bagi kita semua bahwa politik harus berpihak pada kaum lemah. Beliau gugur dalam memperjuangkan hak buruh, tapi semangatnya tidak pernah padam,” tambah Ayub.
Sementara itu, KH. Badrus Shodiq, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Jember, menilai penetapan tiga tokoh asal Jatim ini sangat layak dan penuh makna.
“Syekhona Kholil adalah guru besar para ulama Nusantara, Gus Dur adalah pejuang kemanusiaan, dan Marsinah adalah simbol keberanian perempuan melawan ketidakadilan. Tiga nama ini mewakili tiga wajah perjuangan yang luar biasa,” tutur KH. Badrus.
Ia juga mengajak seluruh kader PKB untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai.
“Kita harus meneruskan semangat mereka. Bekerja untuk rakyat kecil, menjaga martabat bangsa, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Itulah semangat yang diwariskan oleh para pahlawan,” tegasnya.
Menutup acara, Ayub menyampaikan catatan istimewa terkait gelar yang diterima Gus Dur.
“Ini momen bersejarah. Gus Dur menjadi bagian dari satu-satunya garis keturunan di Indonesia yang tiga generasinya menyandang gelar Pahlawan Nasional: kakeknya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, ayahnya KH. Wahid Hasyim, dan beliau sendiri. Sebuah kebanggaan bagi kita semua,” ujarnya.
Acara tasyakuran diakhiri dengan doa bersama dan pembacaan shalawat, sebagai wujud rasa syukur serta komitmen PKB Jember untuk terus meneladani perjuangan para pahlawan dari Tanah Jawa Timur tersebut.
Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maftahul Huda
