Sumbersari,pkbjember.id– Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi bangsa, mulai dari dinamika sosial, menghangatnya iklim politik, hingga keresahan masyarakat akibat maraknya aksi demonstrasi, DPC PKB Jember saat ini menggelar Khotmil Qur’an dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung diikuti para hafiz dan kader PKB ini terasa begitu khidmat, dengan satu harapan besar: semoga Indonesia selalu berada dalam lindungan, ketenangan, dan keberkahan Allah SWT.
Ketua DPC PKB Jember, Gus Ayub Junaidi, menegaskan bahwa doa dan lantunan ayat suci adalah ikhtiar batin untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Bangsa ini butuh ketenangan, bukan kegaduhan. Kita berdoa agar Indonesia tetap damai, masyarakat bisa hidup tenang, dan pemimpin negeri diberi petunjuk dalam mengambil kebijakan terbaik,” ujarnya.
Selain Khotmil Qur’an, DPC PKB Jember melaksanakan pembacaan Qasidah Burdah sebanyak 4.444 kali. Tradisi spiritual ini dimulai sejak Sabtu, 31 Agustus 2025, dan dibaca setiap habis Magrib di Aula Gus Dur, Kantor DPC PKB Jember. Kegiatan ini bukan hanya di Jember, melainkan juga dilaksanakan serentak oleh seluruh DPC PKB se-Jawa Timur, sebagai bentuk ikhtiar batin kolektif untuk keselamatan bangsa.

Menurut Gus Ayub, pembacaan Qasidah Burdah menjadi simbol kecintaan kepada Rasulullah sekaligus harapan agar syafaat Nabi senantiasa menaungi bangsa ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan negeri. Jangan biarkan perbedaan membuat kita saling menjauh. Justru dengan doa dan persatuan, bangsa ini akan kuat,” tambahnya.
Acara yang diikuti para pengurus DPC, DPAC, serta kader muda PKB Jember ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Setelah khataman, doa khusus dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta keteguhan pemimpin dalam menghadapi situasi terkini.
Di tengah derasnya isu politik dan aksi unjuk rasa yang meluas di berbagai daerah, kegiatan ini menjadi penegas bahwa PKB Jember tetap konsisten menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Harapannya, dengan lantunan ayat suci, Qasidah Burdah, dan doa bersama, Indonesia mendapat keberkahan serta jalan keluar dari setiap problem yang dihadapi.
Reporter : Irwansyah GI
Editor : Maftahul Huda
