Jember, pkbjember.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyusun arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar Selasa, 24 Juni 2025, Fraksi PKB juga menyambut baik tanggapan Bupati terhadap dua Raperda prakarsa DPRD: Raperda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Juru bicara Fraksi PKB, Ghofir, S.H., menilai bahwa RPJMD yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Jember telah mencerminkan semangat kolaboratif untuk membangun Jember yang inklusif, adil, dan berkarakter. Fraksi PKB menyebut dokumen perencanaan tersebut sebagai pijakan penting dalam mewujudkan visi “Jember Baru yang Lebih Sejahtera dan Maju.”
Baca Juga : Warga Wadul, Gus Fuad Kawal Jalan Glundengan Akhirnya Ditambal
“Kami mengapresiasi RPJMD yang telah disusun dan diajukan oleh pemerintah daerah. Semangatnya sudah mencerminkan upaya untuk menjawab tantangan pembangunan, khususnya dalam sektor pendidikan, sosial, dan kebudayaan,” ujar Ghofir.
Selain menyampaikan apresiasi terhadap RPJMD, Fraksi PKB juga menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui jalur pendidikan. Menurut Ghofir, pendidikan kebangsaan bukan hanya materi pelajaran, tetapi fondasi moral bagi setiap warga negara di tengah tantangan arus informasi digital yang sangat cepat dan tidak selalu mendidik.

“Wawasan kebangsaan bukan sekadar pelajaran di bangku sekolah. Ia adalah napas panjang perjuangan bangsa yang harus senantiasa dihirup oleh setiap generasi, termasuk di ruang-ruang digital,” katanya.
Fraksi PKB mendorong agar pembangunan di sektor pendidikan tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran berbangsa. PKB juga menyoroti ancaman hoaks dan ujaran kebencian yang kerap mengganggu kohesi sosial, sehingga diperlukan kebijakan yang menyentuh ranah literasi kebangsaan secara lebih luas.
Dalam hal pendidikan keagamaan, Fraksi PKB memberikan perhatian khusus terhadap peran pondok pesantren yang tersebar luas di Kabupaten Jember. Ghofir menyebut, pesantren telah menjadi kekuatan moral dan sosial yang selama ini turut membentuk karakter generasi muda Jember.
“Pesantren adalah pusat pembinaan akhlak dan benteng pertahanan moral. Sudah saatnya kebijakan pendidikan memberi ruang yang adil dan setara bagi pesantren, baik dari sisi pengakuan, kompetensi, hingga dukungan pendanaan,” tegasnya.
Fraksi PKB berharap bahwa Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan benar-benar menjadi kebijakan yang hidup, berdampak, dan menyentuh masyarakat, bukan sekadar produk hukum formalitas. Ghofir menyampaikan bahwa keberpihakan terhadap kelompok yang terpinggirkan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pendidikan.
“Kami percaya, perubahan dimulai dari komitmen politik yang berani dan hukum yang berpihak. Kami siap mengawal proses ini demi kemajuan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Jember,” pungkasnya.
Rapat Paripurna DPRD kali ini menjadi momen strategis dalam memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Jember berjalan sesuai dengan semangat keadilan sosial, nilai-nilai lokal, dan cita-cita kebangsaan.
