More

    KH.Hafidzi Kholis Usulkan Pengaktifan Izin Keramaian untuk Atasi Penggunaan Sound System “Horeg”

    on

    |

    comments

    Jember, pkbjember.id- Anggota Komisi A DPRD Jember, KH.Mochammad Hafidi Kholis, mengusulkan agar Polres Jember kembali memberlakukan izin keramaian sebagai langkah tegas menindaklanjuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menyatakan penggunaan sound system “horeg” (keras dan mengganggu) sebagai haram.

    Menurut KH.Hafidi, pendekatan melalui izin keramaian dinilai lebih efektif karena masyarakat cenderung lebih patuh terhadap aturan yang diberlakukan aparat ketimbang sekadar imbauan . Hal ini, katanya, terbukti saat razia sound system mini dilakukan beberapa tahun lalu.

    “Pengaktifan izin keramaian bisa menjadi solusi jangka pendek sebelum Peraturan Daerah (Perda) terkait disahkan, yang prosesnya membutuhkan waktu cukup lama,” ujar politisi PKB tersebut dalam hearing antara Komisi A DPRD Jember dan MUI Jember, Senin (21/7).

    Baca Juga :  DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Lulusan PPG Prajabatan

    “Kreativitas anak muda tetap harus kita apresiasi, tetapi ada batasan berupa norma hukum, sosial, dan agama yang mengaturnya.”tambah Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember tersebut.

    Dengan adanya izin keramaian, kepolisian dapat melakukan verifikasi terhadap kegiatan masyarakat, termasuk penggunaan sound system yang berpotensi mengganggu. KH.Moch.Hafidzi juga mendorong Komisi A untuk memfasilitasi pertemuan antara MUI Jember ,Polres sekaligus Pemerintah Daerah guna membahas langkah konkret ini.

    Hearing Komisi A DPRD Jember dengan MUI Jember

    Ketua MUI Jember, KH Abdul Haris, menyambut positif usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan menjaga aspek kesehatan yang dapat berdampak pada generasi mendatang.

    “Fatwa MUI tentang larangan sound system horeg bukan tanpa alasan. Selain mengganggu ketenangan, kebisingan juga berpotensi merusak pendengaran, terutama anak-anak,” jelas KH Abdul Haris.

    Baca Juga :  Fraksi PKB DPRD Jember Gelar Konferensi Pers, Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen Perbaikan Kinerja

    Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga keagamaan dapat menciptakan solusi yang seimbang, menghormati hak masyarakat sekaligus menjaga ketertiban umum.

    Rencananya, usulan ini akan segera dibahas lebih lanjut dengan Polres Jember untuk menentukan mekanisme penerapan izin keramaian. Sementara itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan digencarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

    Jika kebijakan ini berjalan efektif, diharapkan penggunaan sound system yang mengganggu dapat diminimalisir tanpa menimbulkan gejolak di Masyarakat.

     

    Reporter :Maftahul Huda

    Editor     :Irwansyah G.I.

    Bagikan
    #Tag

    Berita Populer

    PKB Run Festival Jember 2026, Hadirkan Semangat Sehat dan Kebersamaan

    Kaliwates, pkbjember.id – Suasana berbeda terasa di halaman Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Minggu (9/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai usia berkumpul untuk mengikuti PKB Run...

    Bunga Desaku, Gus Fuad: PKB Siap Kawal Program Pertanian dan UMKM Bupati Jember

    Tanggul, pkbjember.id – Kehadiran Program Bunga Desaku di Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7), menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Program yang digagas...

    Harlah ke-28 PKB, Prabowo Sebut Partai Lain Perlu Belajar kepada PKB

    Jakarta, pkbjember.id – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026), menjadi momentum penegasan komitmen...

    Berita Terbaru

    PILIHAN REDAKSI