Lumajang, pkbjember.id – Perempuan Bangsa Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengikuti Gerakan Tobat Ekologis melalui aksi penanaman pohon di kawasan Ranu Regulo, Jumat–Sabtu (1–2/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Perempuan Bangsa Jawa Timur ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus respons atas meningkatnya krisis lingkungan global, seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga menurunnya kualitas ekosistem.
Perwakilan Perempuan Bangsa Jember hadir bersama sejumlah DPC dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka terlibat langsung dalam penanaman pohon di area konservasi sebagai bentuk nyata gerakan tobat ekologis, yakni kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Ketua Komisi D DPRD Jember Fraksi PKB, Sunarsi Khoris, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna strategis dan tidak berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, gerakan lingkungan harus terus digelorakan dengan aksi konkret dan berkelanjutan.
“Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten. Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan seperti Ranu Regulo memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, sumber air, serta bagian dari kawasan konservasi yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Gerakan ini mengusung tema Hijaukan Bumi, Satu Kelahiran Satu Pohon, yang mengandung filosofi mendalam tentang pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan manusia dan kelestarian alam. Setiap kelahiran diharapkan diiringi dengan penanaman pohon sebagai simbol tanggung jawab terhadap bumi.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi lingkungan kepada peserta mengenai pentingnya menjaga hutan, mengelola sumber daya alam secara bijak, serta mengurangi dampak kerusakan lingkungan di tingkat lokal.
Perempuan Bangsa Jember berharap, gerakan tobat ekologis ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang mengakar di masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Reporter: Irwansyah GI
