Oleh : Abd. Latif Azzam
(Pengurus Garda Bangsa DPC PKB Jember)
Minggu depan tepatnya tanggal 24-25 Juni DPP PKB akan mengadakan Konferensi Internasional Transformasi Pesantren dengan mengambil tema Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian. Sebuah langkah strategis yang ingin diambil PKB untuk menaikkan kelas pesantren. Ditengah banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini, PKB justru membawa issue pesantren yang cenderung terbelakang dan luput dari perhatian publik. Tapi justru ini langkah yang tepat. PKB ingin pesantren turut andil dalam membaca situasi nasional dengan tetap menjaga kelestarian pesantren.
Dalam beberapa dekade terakhir, pesantren masih dianggap kelas kedua dalam sistem pendidikan di Indonesia. Begitu banyak kebijakan pemerintah yang dampaknya hanya dirasakan oleh lembaga pendidikan formal. Padahal kita tahu jauh sebelum Republik ini merdeka, pesantren telah menjadi tonggak keagamaan dalam pembinaan akhlak masyarakat. Dalam lipatan sejarah kemerdekaan Indonesia pesantren telah membuktikan keterlibatannya. Pemerintah hanya memberikan upah Hari Santri atas perjuangan santri dan pesantren. Santri hanya dikasih suguhan perayaan satu hari dalam satu tahun. Setiap tanggal 22 Oktober santri dengan bangganya merayakan Hari Santri dengan berbagai macam bentuk kegiatan, mulai upacara, karnaval, jalan sehat dan kegiatan seremoni lainnya. Urusan kebijakan pendidikan yang sifatnya jangka panjang, pesantren hanya menjadi penonton.
Baca Juga : Partai Kebangkitan Bangsa : Politik Rahmatan Lil Alamin
Beruntung PKB menjadi partai yang masih konsisten menjaga pesantren. Upaya menjadikan pesantren yang mandiri baik dalam hal ekonomi maupun politik tengah menjadi perhatian para politisi PKB. Cak Imin yang juga representasi dari pesantren rupanya tidak ingin partainya hanya ikut arus tanpa ada kontribusi kepada pesantren. Karena sejatinya PKB memang lahir dan dilahirkan dari kultur pesantren. Bahkan salah satu tujuannya adalah menjadi aspirasi politik warga Nahdliyin dan pesantren.
Tema Pesantren Berkelas menuju Indonesia Emas mencoba membawa pesantren sejajar dengan lembaga lain di mata pemerintah. Dikotomi pesantren dan lembaga umum harus dihentikan. Tidak boleh ada diskriminasi kepada pesantren. Pesantren harus tampil dan percaya diri bahwa mereka juga punya saham yang besar atas perjalanan republik ini.
PKB menyadari jika issue pesantren tertinggal selangkah saja maka selamanya akan ditinggalkan. Konferensi Internasional yang diinisiasi oleh DPP PKB wajib diapresiasi. Sebuah langkah yang jarang bahkan tidak terfikirkan sama sekali oleh partai lain bahkan oleh PBNU sekalipun. Disaat partai lain sibuk merespon situasi global, mencari kekuasaan, mencari perhatian kepada pemerintah, mengatur undang-undang untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya, bahkan berebut kursi menteri dan Komisaris. PKB malah merangkul kebawah, mengajak pesantren untuk mandiri dan membawa pesantren ke kancah Internasional. Langkah yang tepat agar PKB tidak kehilangan jatidiri sebagai partai yang dilahirkan dari pesantren.
PKB sadar bahwa politik tidak hanya semata-mata tentang kekuasaan dan jabatan. Tapi ada amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Lembaga Kaderisasi Nasional beberapa minggu kemarin memiliki agenda ziarah makam keramat di tanah jawa. Satu-satunya partai yang masih percaya akan kekuatan langit untuk kemakmuran bangsa dan negara. PKB membumi, membangun fondasi agar kokoh untuk kemudian menjemput kemenangan dan kejayaan kelak.
Maka tak jarang beberapa partai di Indonesia habis ditelan oleh zaman, banyak partai yang dulu berkuasa bahkan menjadi partai pemenang namun hari ini tiarap dan hilang karena tidak memiliki basis dan fondasi yang kuat. PKB bukan berarti tidak ingin maju dan berkembang, PKB bukan tidak bisa menjadi pemenang, namun PKB sadar akan pentingnya membangun fondasi dan fondasi itu adalah pesantren. Maka jika PKB terus konsisten bukan tidak mungkin, 10-20 tahun kedepan PKB menjadi satu-satunya partai yang kokoh, kuat di akar rumput dan menjulang tinggi membawa kemakmuran dan cita-cita luhur para pahlawan bangsa ini menuju bangsa yang adil dan berdaulat.
